Perebutan Kursi UHO 1 Memanas: 11 Calon Lolos Berkas, Posisi Plt Rektor Digoyang Isu Miring

Perebutan Kursi UHO 1 Memanas: 11 Calon Lolos Berkas, Posisi Plt Rektor Digoyang Isu Miring

 

Foto: LHK 

JAKARTA — Sebanyak 11 akademisi terbaik resmi dinyatakan lolos checklist administrasi awal dan siap bertarung memperebutkan kursi Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026-2030. Ini menjadi jumlah pendaftar terbanyak dan diklaim sebagai kontestasi paling kompetitif sepanjang sejarah UHO.

Berdasarkan data yang dihimpun, 11 nama yang siap bertarung di antaranya:

  1. Prof. Ruslin

  2. Prof. Takdir Saili

  3. Assoc Prof. Baru Sadarun

  4. Prof. Azhar Bafadal

  5. Prof. Edy Karno

  6. Prof. La Ode Santiaji Bande

  7. Prof. Ida Usman

  8. Prof. Ma’ruf Kasim

  9. Dr. Muliddin

  10. Dr. Herman

  11. Prof. Yusuf Sabilu (Termasuk Plt Rektor saat ini).

Namun, di tengah tingginya antusiasme, atmosfer pemilihan mulai bergolak. Kehadiran Plt Rektor di dalam daftar calon mendapat resistensi keras dari pengamat dan aktivis, salah satunya La Ode Hasanuddin Kansi (LHK).

LHK menilai status aktif Plt Rektor menciptakan benturan kepentingan (conflict of interest) yang besar. Bahkan, ia menuding ada persoalan hukum di balik layar terkait tata kelola proyek kampus yang diduga melibatkan Plt Rektor. Isu ini diprediksi akan menjadi bola salju panas menjelang pemaparan visi-misi pada 29 Juni mendatang.

Perhatian publik kini tertuju penuh pada saringan tahap pertama. Rapat Senat Terbuka dipastikan menjadi medan tempur sengit, di mana 11 kandidat ini akan diperas menjadi hanya 3 nama saja pada 30 Juni 2026, sebelum akhirnya melangkah ke penentuan akhir UHO 1.

LHK juga mendesak Mendikti untuk segera mengevaluasi Plt. Rektor. 

"Plt Rektor harus dievaluasi,  kemarin katanya ga maju, kok sekarang maju, ada apa dengan Plt Rektor ini jangan-jangan sudah dapat komisi proyek, hingga berani main di kelas ini, Dugaan yaaa, makanya kami tidak hanya memdesak Mendikti tapi kejaksaan agung pun kami minta segera afakan peyelidikam," tutupnya

Saat berita ini di tayangkan pihak mefia masih berupaya mengkorfirmasu pihak bersangkutan. (RED)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال