Inspektorat Nias Selatan 'Dikecam' Sembunyikan Informasi, Kasus Dana Desa Tumari Terancam Jadi 'Tumpul'?

Inspektorat Nias Selatan 'Dikecam' Sembunyikan Informasi, Kasus Dana Desa Tumari Terancam Jadi 'Tumpul'?



Nias Selatan - LibasNias.Site

Tindak lanjut kasus dugaan penyimpangan Dana Desa Tumari, Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan, yang sebelumnya ditangani oleh Inspektorat Nias Selatan, kembali menjadi sorotan.
 
Sebelumnya, pada tahun 2025, Inspektorat Nias Selatan menemukan potensi kerugian negara sebesar Rp 1,2 Miliar dalam pengelolaan Dana Desa Tumari dan telah menerbitkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Namun, hingga Senin, 23 Februari 2026, belum ada informasi terbaru mengenai perkembangan kasus ini yang disampaikan kepada media.
 
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, inspektorat memiliki tugas untuk melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah. Dalam hal ditemukan adanya indikasi penyimpangan, inspektorat memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan merekomendasikan tindakan perbaikan.
 
Media telah berupaya melakukan konfirmasi terkait tindak lanjut kasus ini pada tanggal 20 Januari 2026, dengan hasil sebagai berikut:
 
- Media: Selamat Pagi Pak 🙏 Izin Pak Konfirmasi Mengenai Masalah Desa Tumari Kecamatan Lolomatua, Sampai di Mana Kah Pak Tindak Lanjut Nya..?
- Inspektur: Dingkat Kita menunggu masa tindak lanjut
- Media: Ijin pak Sampai Kapan tindak Lanjut nya Pak .?
- Inspektur: Minggu pertama bulan Pebruari 2026
 
Namun, hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut yang diberikan.
 
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kelanjutan penanganan kasus Dana Desa Tumari. Masyarakat berharap Inspektorat Nias Selatan dapat memberikan penjelasan yang transparan mengenai perkembangan kasus ini, serta langkah-langkah yang telah dan akan diambil untuk menindaklanjuti temuan dalam LHP.
 
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Inspektorat Nias Selatan. Media akan terus berupaya mendapatkan informasi terbaru terkait perkembangan kasus ini.

Liputan: Redaksi 
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال